Program Studi Peternakan
Search for:
Mahasiswa Peternakan melakukan Uji Kualitas Air

Mahasiswa Program Studi Peternakan melakukan Uji Kualitas Air. Hal ini karena air merupakan nutrien yang paling esensial bagi makhluk hidup. Manusia, hewan dan tumbuhan tidak bisa hidup tanpa air, karena air merupakan sumber kehidupan. Ternak akan lebih menderita dengan hilangnya air dari pada kekurangan makanan. Air menyusun kira-kira 75% dari jaringan-jaringan yang bebas lemak di dalam tubuh dan air merupakan bagian yang langsung dari semua jaringan lunak di dalam tubuh. Sebagai zat makanan kebutuhan akan air adalah tinggi.

Metode sederhana dalam melakukan analisis kimia adalah pengukuran berdasarkan unsur tanpa memperdulikan wujud dan bentuk senyawanya. Contohnya adalah mengukur kadar oksigen dalam air, jika dilakukan pengukuran berdasarkan unsur akan didapatkan konsentrasi oksigen sebesar 890 ribu miligram per liter air, karena air (H2O) terbentuk dari hidrogen dan oksigen. Sehingga pengukuran kadar senyawa tertentu harus dibedakan berdasarkan wujudnya. Untuk pengukuran kadar oksigen, harus dibedakan berdasarkan oksigen diatomik atau oksigen yang terikat dengan unsur lain. Oksigen diatomik yang terukur dapat disebut dengan kadar oksigen terlarut.


  • Analisis Kualitas Air

Pada Pengujian ini, dilakukan dengan melihat unsur Warna, Bau, Temperatur, Benda Padat, Minyak/oli, dan Ph. *humas-FP

Mahasiswa Peternakan Uji Pemalsuaan Pakan Ternak

Permintaan akan pakan ternak semakin meningkat, hal ini mengkibatkan banyak para pedagang yang melakukan hal kecurangan dengan memanipulasi pakan salah satunya adalah dedak, biasanya pedagang memasukan sekam (serbuk gergaji) kedalam campuran dedak sehingga pakan menjadi banyak sehingga pedagang mendapatkan keuntungan yang besar. Melihat kondisi ini Mahasiswa Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian yang didampingi oleh Yusri Sapsuha, S.Pt.,M.Sc melakukan praktikum uji kepalsuaan pada matakuliah Landasan Ilmu Nutrisi dan Makanan Ternak .

Uji Kepalsuaan Pakan Ternak

Dalam pengujian ini, pakan dedak terdiri dari dua sampel yaitu sampel A dan B. untuk dilakukan uji secara fisik, yang terdiri uji remas, uji apung, uji berat jenis dan uji mikroskopik. dalam uji remas ini kedua jenis dedak A dan B diremas kemudian melihat hasilnya.

Sampel Dedak yang di Uji Fisik

Selain itu, untuk uji berat jenis kedua jenis dedak dimasukan kedalam gelas ukur dengan volume sebanyak 100 ml. kemudian ditimbang. Jika berat dari dedak lebih dari 350.7 sampai 337.2 (g/l). maka maka pakan dedak tersebut dikatakan palsu. Jika menggunakan Uji apung kedua dedak ditimbang dan 10 gr dan dimasukan ke dalam gelas kimia 1000 ml dan masukan air 10 ml dan biarkan selama 2 menit kemudian disaring dan dimasukan kedalam oven selama 30 menit setalah itu ditimbang untuk melihat berat dari kedua sampel dedak. jika dilihat menggunakan uji mikroskopik kedua sampel ditimbang sebanyak 5 gr lalu ditambahkan air 100 ml diaduk selama beberapa detik dan melihat hasilnya.

Dedak A yang Asli
Dedak B yang Palsu

pada uji mikroskopik terlihat bahawa dedak sampel A yang Asli sementara dedak B yang palsu. Hal ini menunjukan bahwa kecurangan pedagang dalam meraih keuntungan dalam memasulkan pakan ternak. Humas-PT