Program Studi Peternakan
Search for:
Tim Program Kreatifitas Mahasiswa Prodi Peternakan Faperta Siap Wakili Unkhair di Universitas Samratulangi Manado

Monitoring dan evaluasi internal untuk Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) berlangsung hari ini Sabtu, 22 Juni 2019 diruang pertemuan gedung Rektorat lantai 2 Universitas Khairun, delapan tim yang akan ikut kegiatan PKM siap mempresentasikan hasil karyanya dihadapan Dosen penguji. Monev internal ini bertujuan untuk persiapan monitoring dan evaluasi eksternal program kreativitas mahasiswa yang akan diselenggarakan di Universitas Samratulangi Manado, kedelapan tim ini terdiri dari dua tim dari Program Studi Pendidikan Kewarganegaraan, tiga tim dari Program Studi Peternakan serta Program Studi Agroteknologi dan tiga tim dari Program Studi Kimia.

PKM merupakan langkah awal menuju Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS), PKM dibentuk oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian riset dan teknologi Republik Indonesia dalam memfasilitasi potensi yang dimiliki mahasiswa Indonesia untuk mengkaji, mengembangkan, dan menerapkan ilmu dan teknologi yang telah dipelajarinya di perkuliahan kepada masyarakat luas. Program ini merupakan penerus dari Program Karya Alternatif Mahasiswa yang dibentuk pada tahun 1997, yang lalu berganti menjadi Program Kreativitas Mahasiswa tahun 2001 demi memperluas cakupan dan mengurangi batasan bagi mahasiswa dalam berkreasi. Pada awalnya, PKM memiliki lima sub program, yaitu PKM-Penelitian (PKMP), PKM-Penerapan Teknologi (PKM-T), PKM-Kewirausahaan (PKM-K), PKM-Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-M) dan PKM-Penulisan Artikel Ilmiah (PKM-I). Finalis dari masing-masing PKM akan dilombakan dalam Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional.

Dosen Fakultas Pertanian dan juga juri nasional PKM Yusri Sapsuha,SPT.MSc ditemui humas disela sela kegiatan menjelaskan, delapan tim mahasiswa dari Universitas Khairun siap ikut dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 2019, mereka terdiri dari dua tim yang mengikuti PKM Kewirausahaan, satu tim pada PKM Pengabdian kepada masyarakat, tiga tim mengikuti PKM pada kelompok eksata, dan dua tim mengikuti PKM bidang social humaniora. Lanjut Yusri, untuk wilayah Indonesia timur, tahun ini Universitas Khairun berada pada urutan ketiga dari jumlah peserta terbanyak, tim terbanyak pertama dari Indonesia timur diwakili oleh Unhas urutan pertama dan yang kedua adalah tim PKM dari Unsrat. Selain Unkhair, ada dua Perguruan Tinggi yang berada diwilayah Maluku Utara yang ikut serta dalam PKM ini yaitu Universitas Pasifik Morotai dan Universitas Bumi Hijra.

Untuk mengikuti kegiatan ini para mahasiswa harus melalui berbagai tahapan, proses tahapan ini diawali dengan penyiapan proposal PKM oleh mahasiswa bersama dosen pendamping di Perguruan Tinggi asal mahasiswa yang akan mengikuti PKM. Pada tahap ini diharapkan setiap Perguruan Tinggi melakukan seleksi internal untuk memilih proposal yang layak untuk diajukan ke Direktorat. Hal ini penting untuk dilakukan agar setiap Perguruan Tinggi tidak hanya mengejar kuantitas proposal tetapi juga menjaga kualitas proposal yang dikirim, karena proses ini akan menentukan pada kategori mana Perguruan Tinggi tersebut akan bersaing.

Yusri Sapsuha,SPT.MSc berharap dari delapan proposal tim yang diikutkan dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) dua atau tiga proposal dapat lolos ke puncak kegiatan ini yaitu Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS). Tahun 2019 PIMNAS ke 32 akan diselenggarakan di Bali dengan tuan rumah Universitas Udayana, pelaksanaan PIMNAS ke 32 sendiri akan berlangsung sekitar bulan Agustus sampai bulan September 2019.  Sekedar informasi bahwa seorang mahasiswa hanya diperbolehkan mengajukan maksimum dua proposal dengan ketentuan, menjadi ketua di satu proposal PKM 5 bidang dan/atau menjadi anggota diproposal PKM yang lain (5 bidang) atau menjadi anggota di dua Proposal PKM 5 bidang. Ketentuan maksimum dua proposal juga berlaku untuk PKM KT (sebagai ketua dan anggota atau keduanya sebagai anggota).

Pembimbing hanya diperbolehkan membimbing maksimal 10 proposal hibah di semua jenis PKM (PKM 5 bidang dan PKM KT). Tahap selanjutnya adalah mengajukan proposal ke Direktorat secara online dengan cara mengisi identitas pengusul dan mengunggah proposal ke SIM-LITABMAS (simlitabmas.dikti.go.id) oleh operator bidang kemahasiswaan di masing-masing Perguruan Tinggi asal mahasiswa. Selanjutnya, mahasiswa melengkapi identitas dan mengunggah proposal setelah mendapatkan username dan password dari operator melalui email. Kecermatan pengisian identitas dan ketaatan terhadap ketentuan format Proposal dan ketentuan lainnya menjadi sangat penting untuk dapat diproses, dengan ketaatan terhadap jadwal sendiri setiap tim akan diberikan nilai atau point tersendiri oleh para juri yang akan memeriksa proposal yang diajukan oleh peserta PKM. Humas

Himpunan Mahasiswa Prodi Peternakan gelar pelatihan pembuatan nugget

Himpunan Mahasiswa Program Studi Peternakan (HIMAPROTER) melakukan pelatihan pembuatan nugget yang dilaksanakan pada minggu, 14 April 2019 yang bertempat di Gedung Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Universitas Khairun dan dibuka oleh ketua Himpunan Mahasiswa Prodi Peternakan Asdar Sukur. Ketua menyampaikan bahwa kita sebagai mahasiswa peternakan harus lebih banyak mengasah soft skill. Pemateri Pelatihan disampaikan oleh Dr. Yusnaini, S.Pt.,MP., Nugget merupakan salah satu pangan hasil pengolahan daging ayam yang memiliki cita rasa tertentu. Saat ini, nugget ayam menjadi salah satu produk olahan daging ayam yang berkembang pesat. Nugget ayam adalah produk ayam yang dibentuk dari daging cincang dilapisi tepung roti dan telur, lalu digoreng atau dipanggang. 

Pada kesempatan itu, beliau menjelaskan sejarah singkat dari nugget.
Nugget pertama kali diciptakan pada tahun 1950 oleh Robert C. Baker, seorang professor ilmu pangan di Cornell University, dan diterbitkan sebagai karya akademis unpatented.

Selanjutnya memberikan pelatihan pembuatan nugget, dengan mengolah daging dan bumbu-bumbu yang akan digunakan pada pembuatan nugget. *humas-FP

Mahasiswa Prodi Peternakan Fakultas Pertanian mengikuti Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 2019

Mahasiswa Fakultas Pertanian telah mengikuti Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 2019. Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) adalah suatu wadah yang dibentuk oleh Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia pada tahun 2001 dalam memfasilitasi potensi yang dimiliki mahasiswa Indonesia untuk mengkaji, mengembangkan, dan menerapkan ilmu dan teknologi yang telah dipelajarinya di perkuliahan kepada masyarakat luas. [ Pada awalnya, PKM memiliki  PKM 5 Bidang (PKM-P, PKM-M, PKM-K, PKM-T, PKM-KC), PKM Karya Tulis (KT : PKM-AI, PKM-GT) dan PKM Gagasan Futuristik Konstruktif (PKM-GFK) untuk pendanaan tahun 2019.

Fakultas Pertanian mengirimkan 9 kelompok dengan bidang-bidang yang berbeda untuk mengikuti Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM) pada tahun ini. dan salah satunya PKM Gagasan Futuristik Konstruktif (PKM-GFK) mereka adalah Dewi Djamaludin, Nadiah Amin, Hardiyanto Tomayou, dan didampingi oleh Dr. Yusnaini dan Yusri Sapsuha,SPt.M.Si dengan judul ilmiahnya yakni “Menuju Peternakan Broiler Organik Yang Sehat dan Aman Dengan Fitobiotik”. Salah satu sumber daya Propinsi Maluku Utara yang dapat dijadikan fitobiotik adalah Buah Pala dan Cengkeh. Pulau-pulau di gugusan Provinsi Maluku Utara adalah sumber pala dan cengkeh dunia yang melegenda dan menjadi daya tarik bangsa lain. Buah pala (MyristicafrangransHoutt) dan cengkeh (Sysgiumaromaticum L) merupakan tanaman rempah Indonesia yang kaya akan zat antibakteri dan anti jamur karena mengandung minyak atsiri. Senyawa penyusun minyak atsiri tersebut yang telah terbukti dapat mencegah penyakit pada ternak.

Untuk menuju peternakan broiler organik yang sehat dan aman dapat menggunakan pala dan cengkeh sebagai fitobiotik pengganti antibiotik, karena fitobiotik mampu menstimulasi pertumbuhan ayam, memelihara kesehatan ayam dan mengontrol mikrorganisme dalam organ pencernaan sehingga mempengaruhi kecernaan dan pemanfaatan energy ayam. Pemanfaatan fitobiotik sebagai Natural Growth Promoters (NGPs) telah diidentifikasi sebagai alternatif yang efektif untuk antibiotik. Fitobiotik adalah aditif pakan yang berasal dari bahan makanan murni yang dapat menstimulasi pertumbuhan ayam, memelihara kesehatan ayam dan mampu mengontrol mikroorganisme didalam saluran pencernaan broiler.

Dengan penelitian ini mereka harus membuat PKM berbasis media sosial, yaitu PKM-GFK (Gagasan Futuristik Konstruktif) yang berpeluang ditampilkan di PIMNAS, dengan proposal tertulis para Mahasiswa ini juga membuat tautan video youtube http://youtube.be/IDkwdt90Fy0  dengan sinopsis konten dan skenario naskah berdurasi maksimal 10 menit dengan resolusi 480P yang selanjutnya mereka unggah pada kanal youtube Belmawa dan alamat tautan (link) diunggah ke SIMBelmawa. Kami berharap kepada Mahasiswa agar dapat like dan share untuk mendukung kegiatan mereka. *Humas